Setiap orang tentu punya impian untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Bagi sebagian, itu menjadi doa panjang yang dipanjatkan setiap malam, dan bagi yang lain, itu adalah rencana yang penuh dengan persiapan hati dan fisik. Saya sendiri pernah berada di titik itu, menunggu jawaban dari doa panjang hingga akhirnya diberi kesempatan berangkat. Saat itulah saya mengenal paket umroh fitour Lombok, yang bagi saya menjadi pintu masuk ke perjalanan penuh makna dan tak terlupakan.
Awalnya Hanya Cerita, Kini Jadi Pengalaman
Sebelum benar-benar memutuskan, saya banyak mendengar cerita dari kerabat dan sahabat yang sudah pernah berangkat umroh. Mereka menyebut berbagai nama biro perjalanan, masing-masing dengan pengalamannya sendiri. Namun ada satu nama yang sering muncul dengan cerita penuh ketenangan: Fitour International.
Seorang sahabat dekat bercerita, “Bersama Fitour, rasanya perjalanan tidak sekadar ibadah, tapi juga terasa seperti keluarga besar yang saling menjaga.” Kalimat sederhana itu membuat saya penasaran dan akhirnya mencari tahu lebih dalam.
Hari Berangkat yang Tak Terlupakan
Hari keberangkatan dari Lombok adalah momen yang penuh emosi. Saya melihat wajah-wajah jamaah lain, ada yang penuh senyum, ada yang terharu, ada pula yang tampak cemas karena baru pertama kali berangkat. Namun suasana itu terasa hangat, seakan semua orang membawa doa yang sama meski dengan isi hati yang berbeda-beda.
Ketika akhirnya sampai di Tanah Suci, semua rasa lelah terbayar. Melihat Ka’bah untuk pertama kali membuat air mata mengalir tanpa henti. Saya berdiri lama, merasakan doa-doa yang selama ini hanya terucap dalam sepi kini terasa begitu dekat.
Suasana Kebersamaan di Rombongan
Hal lain yang membekas di hati saya adalah suasana kebersamaan dalam rombongan. Tidak ada yang merasa asing, setiap jamaah saling membantu, saling menenangkan, bahkan saling berbagi cerita.
Saya masih ingat seorang bapak yang sempat tersesat arah ketika thawaf, dan dengan sigap jamaah lain membimbingnya kembali. Dari situ saya paham, bahwa umroh bukan hanya soal ibadah pribadi, tapi juga tentang ukhuwah yang tumbuh di perjalanan.
Bimbingan yang Menjadi Penopang
Ibadah umroh memiliki banyak rangkaian. Bagi jamaah yang baru pertama kali, sering muncul rasa gugup. Namun bersama Fitour International, rasa gugup itu cepat berganti dengan tenang. Pembimbing dengan sabar menjelaskan setiap langkah, doa-doa yang perlu dibaca, serta makna di balik setiap ritual.
Saya sempat gugup saat sa’i pertama kali, namun pendamping berdiri di samping saya, memberi arahan dengan senyum yang menenangkan. Momen sederhana itu memberi saya keyakinan bahwa perjalanan ini tidak akan pernah saya lupakan.
Mengapa Banyak Memilih Fitour
Ada alasan mengapa Fitour International menjadi pilihan banyak jamaah di Lombok. Bukan hanya karena nama, tetapi karena rasa aman yang mereka berikan. Banyak orang menyebutnya sebagai travel umroh terpercaya di Lombok, ada pula yang mengatakan ini adalah biro perjalanan umroh resmi yang benar-benar peduli.
Bagi saya pribadi, Fitour memberikan rasa nyaman sejak dari keberangkatan hingga kepulangan. Setiap detail diperhatikan, setiap jamaah diperlakukan dengan penuh hormat, dan setiap langkah selalu ada bimbingan.
Pulang dengan Hati yang Berbeda
Ketika akhirnya kembali ke Lombok, saya merasa pulang dengan hati yang berbeda. Ada ketenangan yang sulit digambarkan, ada rasa syukur yang lebih dalam, dan ada kerinduan yang selalu ingin kembali. Saya sadar bahwa perjalanan ini bukan berhenti di bandara, melainkan terus hidup dalam keseharian saya.
Setiap kali saya menceritakan pengalaman ini, selalu ada orang yang bertanya, “Travel mana yang kamu pilih?” Dengan yakin saya selalu menjawab: Fitour International. Bukan karena promosi, tapi karena pengalaman nyata yang saya rasakan.